Blog

Blog

Parenting Islami di Zaman yang Tidak Biasa: Belajar Mengasuh Anak dari Al-Qur’an

Menjadi orang tua di era sekarang bukan perkara sederhana. Saat ini, banyak dari kita, khususnya generasi millennial dan Gen Z, tumbuh di tengah teknologi, media sosial, dan perubahan budaya yang bergerak sangat cepat. Akibatnya, tantangan ini membuat praktik parenting islami terasa lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, dalam salah satu kajian bertema Parenting and Quranic Wisdom, Ustadz Nouman Ali Khan mengajak para orang tua untuk berhenti sejenak dan merenung. Beliau mengajukan satu pertanyaan penting. Apakah cara kita mengasuh anak hari ini sudah benar-benar berpijak pada petunjuk Allah? Untuk membuka perenungan tersebut, kajian ini dimulai dengan pembacaan QS. An-Nisa ayat 1. Ayat ini sering kita dengar. Namun demikian, banyak orang tua belum memahaminya secara mendalam dari sudut pandang parenting islami. QS. An-Nisa Ayat 1 dan Akar Parenting Islami Allah berfirman: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari satu jiwa, dan darinya Dia menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 1) Melalui ayat ini, Allah berbicara kepada seluruh manusia, bukan hanya kepada orang beriman. Dengan demikian, Allah menunjukkan bahwa parenting merupakan fondasi utama keberlangsungan umat manusia. Tanpa orang tua, generasi tidak akan pernah lahir. Tanpa proses pengasuhan, peradaban tidak akan pernah tumbuh. Dari Nabi Adam ‘alayhis salam dan istrinya, Allah menghadirkan seluruh manusia di bumi. Oleh karena itu, kisah besar umat manusia sejatinya adalah kisah tentang parenting islami yang terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya. Mengapa Parenting Islami Terasa Lebih Berat Hari Ini Selanjutnya, Ustadz Nouman menjelaskan bahwa kita hidup di zaman yang tidak biasa. Dahulu, banyak orang tua membesarkan anak dalam kondisi yang relatif aman. Lingkungan mendukung nilai Islam secara alami. Adzan terdengar di mana-mana. Masjid hidup. Norma sopan santun menjadi kebiasaan sehari-hari. Akibat kondisi tersebut, anak-anak menyerap nilai Islam tanpa memerlukan banyak penjelasan. Namun sekarang, situasinya berubah drastis. Media sosial, film, game, budaya pacaran, dan gaya hidup global hadir setiap hari. Lambat laun, hal-hal yang dulu terasa asing berubah menjadi sesuatu yang dianggap wajar. Karena perubahan inilah, anak-anak kita tumbuh sebagai minoritas nilai. Inilah tantangan utama dalam menjalankan parenting islami di era modern. Ketika Anak Merasa Berbeda Dalam kondisi tersebut, anak-anak mulai mengajukan pertanyaan. Mereka bertanya mengapa cara berpakaian kita berbeda. Mereka mempertanyakan mengapa suasana di masjid tidak sama dengan lingkungan di luar. Bahkan, mereka mulai merasa tidak sama dengan teman-temannya. Menurut Ustadz Nouman, kondisi ini bukan kesalahan anak. Selain itu, kondisi ini juga bukan semata kesalahan orang tua. Sebaliknya, tekanan budaya yang kuat memengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri. Apa yang kita anggap normal hari ini akan anak-anak warisi sebagai hal yang normal pula. Karena itu, parenting islami tidak bisa lagi dijalani secara otomatis. Orang tua perlu menghadirkan kesadaran, niat yang lurus, dan usaha yang konsisten. Parenting Islami Bukan Sekadar Mengurus Anak Sering kali, orang tua memaknai parenting sebatas memenuhi kebutuhan fisik anak. Kita memberi makan, menyekolahkan, menjaga kesehatan, dan mengantar mereka ke berbagai aktivitas. Tentu saja, semua ini penting dan tidak bisa diabaikan. Namun demikian, Al-Qur’an mengingatkan bahwa parenting islami adalah amanah ruhani. Orang tua memikul tanggung jawab besar untuk membentuk iman, akhlak, dan orientasi hidup anak. Untuk itulah, Ustadz Nouman memilih pendekatan yang berbeda dalam memahami parenting islami. Membaca Al-Qur’an sebagai Orang Tua Dalam salah satu sesi kajian, Ustadz Nouman membaca Al-Qur’an secara utuh dalam satu hari dengan niat khusus sebagai orang tua. Beliau memohon kepada Allah agar diberi petunjuk dalam menjalankan peran parenting islami. Alih-alih mencari satu ayat tertentu, beliau mencatat semua ayat yang memberi panduan bagi orang tua. Setelah itu, beliau merenungkannya secara menyeluruh. Dari proses ini, terkumpul puluhan halaman catatan yang kemudian dirangkum menjadi tujuh bagian besar tentang parenting islami dalam Al-Qur’an. Tujuh Pilar Parenting Islami dari Al-Qur’an Pertama, Al-Qur’an menegaskan bahwa anak adalah hadiah dari Allah. Karena itu, orang tua perlu memperlakukan hadiah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Kedua, Al-Qur’an menunjukkan hal-hal yang menjadi perhatian orang tua. Fakta bahwa Allah mengabadikannya dalam kitab-Nya menandakan bahwa isu parenting islami selalu relevan sepanjang zaman. Ketiga, Al-Qur’an menggambarkan anak sebagai ujian. Anak bisa menghadirkan kebahagiaan sekaligus cobaan, mulai dari sakit, masalah perilaku, hingga tantangan iman. Keempat, Al-Qur’an mengingatkan tentang pertemuan orang tua dan anak di hari penghakiman. Kesadaran ini seharusnya membentuk cara orang tua mendidik anak sejak dini. Kelima, Al-Qur’an mengajarkan psikologi parenting islami melalui kisah dalam Surat Yusuf dan Surat Al-Qashash. Dari sana, orang tua belajar empati, komunikasi, dan pengelolaan emosi anak. Keenam, Al-Qur’an menuntun orang tua untuk menanamkan nilai-nilai penting. Nilai tersebut mencakup kejujuran, kesabaran, pengendalian marah, serta sikap terhadap sesama manusia. Ketujuh, Al-Qur’an mendorong orang tua untuk membesarkan anak agar melayani agama Allah. Anak bukan milik kita sepenuhnya. Sebaliknya, anak adalah amanah yang harus diarahkan kepada kebaikan. Makna QS. An-Nisa Ayat 1 tentang Ayah dan Ibu Di awal ayat, Allah menyebut satu jiwa yang merujuk kepada Nabi Adam sebagai ayah pertama manusia. Kemudian, di akhir ayat, Allah memerintahkan manusia untuk menjaga hubungan rahim yang merujuk kepada ibu. Dengan demikian, Allah menegaskan bahwa takwa kepada-Nya tidak bisa dipisahkan dari menjaga hubungan orang tua dan anak. Parenting islami menuntut orang tua untuk melindungi hubungan tersebut agar generasi tumbuh dengan iman yang kokoh. Kehormatan dan Tanggung Jawab Orang Tua Islam memuliakan orang tua. Namun, setiap kemuliaan selalu datang bersama tanggung jawab besar. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam menjadi teladan terbaik dalam hal ini. Beliau memiliki kemuliaan sekaligus memikul amanah yang berat. Begitu pula dengan orang tua. Kehormatan dan tanggung jawab harus berjalan seimbang. Di tengah tantangan zaman ini, Allah sedang menguji kesungguhan kita dalam menjalankan parenting islami. Pada akhirnya, parenting islami bukan tentang menjadi orang tua yang sempurna. Sebaliknya, parenting islami adalah proses belajar yang terus berjalan. Proses ini mengajak orang tua untuk kembali kepada Al-Qur’an sebagai sumber hikmah dan petunjuk. Karena itulah, Allah telah menyiapkan panduan untuk setiap zaman, termasuk zaman kita hari ini.

Blog

Rekomendasi Playground Indoor di Musim Hujan: Aman, Nyaman, Tetap Belajar

Memasuki puncak musim hujan, aktivitas luar ruang sering kali menjadi terbatas. Hujan deras, angin, dan cuaca yang tidak menentu membuat orang tua perlu lebih selektif dalam memilih tempat bermain untuk anak. Namun di sisi lain, anak tetap membutuhkan aktivitas fisik, stimulasi otak, dan ruang bermain yang menyenangkan. Di sinilah playground indoor menjadi solusi ideal. Selain terlindung dari cuaca ekstrem, playground indoor memberikan rasa aman, nyaman, dan tetap mendukung proses belajar anak melalui aktivitas yang terarah. Kenapa Playground Indoor Lebih Tepat Saat Musim Hujan? Musim hujan membawa risiko seperti lantai licin, udara dingin, dan paparan penyakit. Playground indoor dirancang untuk meminimalkan risiko tersebut, sehingga anak tetap bisa bermain dengan aman. Lingkungan tertutup membantu menjaga kebersihan area bermain, suhu ruangan lebih stabil, serta anak tidak terpapar hujan atau angin. Orang tua pun bisa lebih tenang karena anak bermain di tempat yang terkontrol. Aman dan Nyaman untuk Anak Keamanan adalah faktor utama dalam memilih playground, terutama di musim hujan. Playground indoor yang baik memiliki: Silungkang Playground menghadirkan konsep playground indoor yang mengutamakan kenyamanan anak dan ketenangan orang tua, sehingga anak bisa bermain tanpa rasa khawatir meski cuaca di luar tidak bersahabat. Tetap Belajar Meski Bermain di Dalam Ruangan Bermain tidak harus berhenti hanya karena hujan. Di playground indoor yang tepat, anak tetap bisa belajar melalui aktivitas yang dirancang secara edukatif. Di Silungkang Playground, anak tidak hanya bergerak secara fisik, tetapi juga mendapatkan stimulasi kognitif dan kreativitas. Salah satunya melalui Creative Corner, area khusus yang mendorong anak untuk menggambar, mewarnai, dan berkreasi sambil melatih fokus dan imajinasi. Dengan konsep ini, waktu bermain tetap bernilai, bukan sekadar menghabiskan energi. Mendukung Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Playground indoor juga menjadi tempat anak belajar bersosialisasi. Meski berada di dalam ruangan, anak tetap berinteraksi dengan teman sebaya, belajar berbagi, bergiliran, dan bekerja sama dalam permainan. Pengalaman ini penting untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan pengelolaan emosi anak sejak dini. Silungkang Playground, Rekomendasi Playground Indoor di Musim Hujan Silungkang Playground hadir sebagai pilihan playground indoor yang cocok dikunjungi saat musim hujan. Dengan area bermain yang aman, bersih, dan edukatif, anak tetap bisa aktif meski cuaca di luar tidak mendukung. Konsep bermain sambil belajar yang diterapkan menjadikan setiap kunjungan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat untuk tumbuh kembang anak.

Blog

Creative Corner untuk Tumbuh Kembang Otak Anak: Mengapa Area Kreatif Penting dalam Pembelajaran

Setiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga berkembang secara optimal dari sisi kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan berpikir. Di masa kanak-kanak, proses belajar paling efektif bukan hanya melalui duduk dan mendengar, tetapi melalui aktivitas yang melibatkan tangan, pikiran, dan perasaan secara bersamaan. Inilah mengapa Creative Corner memiliki peran penting dalam pembelajaran anak. Di Silungkang Playground, Creative Corner dirancang sebagai ruang bermain edukatif yang membantu anak belajar dengan cara yang menyenangkan, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangannya. Apa Itu Creative Corner? Creative Corner adalah area khusus di Silungkang Playground yang difokuskan pada aktivitas kreatif anak. Di sini, anak-anak diberikan ruang untuk berekspresi, bereksplorasi, dan menciptakan sesuatu dengan imajinasi mereka sendiri. Berbagai aktivitas di Creative Corner antara lain: Semua kegiatan ini dirancang agar anak tidak sekadar bermain, tetapi juga mendapatkan stimulasi yang bermanfaat bagi perkembangan otaknya. Mengapa Creative Corner Penting untuk Perkembangan Anak? Creative Corner berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, terutama pada usia emas perkembangan otak. Aktivitas kreatif membantu merangsang daya pikir dan imajinasi anak. Saat anak menggambar, memilih warna, atau membuat bentuk tertentu, otak mereka sedang belajar mengambil keputusan, mengenali pola, dan mengembangkan ide. Selain itu, Creative Corner juga melatih motorik halus. Gerakan kecil seperti memegang crayon, menggunting, atau menempel membantu memperkuat koordinasi tangan dan mata, yang sangat penting untuk kesiapan menulis dan aktivitas belajar lainnya. Tidak kalah penting, Creative Corner menjadi sarana anak mengekspresikan emosi dan perasaan. Anak belajar menyampaikan apa yang ada di pikirannya melalui karya, sehingga kepercayaan diri mereka tumbuh secara alami. Belajar Sambil Bermain di Silungkang Playground Silungkang Playground mengusung konsep bermain sambil belajar. Anak-anak tidak merasa sedang “belajar”, tetapi menikmati setiap aktivitas dengan rasa senang dan antusias. Creative Corner menjadi salah satu wujud nyata dari konsep ini. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak lebih mudah menyerap pengalaman baru, berani mencoba hal berbeda, dan belajar menyelesaikan masalah sederhana sendiri. Playground Edukatif yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak Silungkang Playground bukan sekadar tempat bermain, tetapi ruang aman yang dirancang untuk mendukung perkembangan anak secara seimbang. Selain Creative Corner, tersedia berbagai wahana yang melatih motorik kasar, interaksi sosial, dan keberanian anak dalam bereksplorasi. Lingkungan yang nyaman dan ramah anak membuat orang tua merasa tenang, sementara anak bebas bermain dan belajar sesuai dunianya. Peran Bermain dalam Pembelajaran Anak Bermain adalah bagian penting dari proses belajar anak. Melalui bermain, anak belajar memahami lingkungan, berinteraksi dengan teman, mengembangkan kreativitas, dan membangun rasa percaya diri. Creative Corner menjadi salah satu media bermain yang memiliki nilai edukatif tinggi karena menggabungkan unsur kreativitas, ketelitian, dan kesenangan dalam satu aktivitas.

Blog

Kegiatan Edukasi Islami di Silungkang Playground Padang

Silungkang Playground di Padang hadir sebagai playground syar’i pertama di Indonesia. Tempat ini menggabungkan aktivitas bermain dengan nilai-nilai edukasi Islami. Anak dapat belajar adab dan doa sambil bergerak aktif dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Konsep Edukasi Islami dan Manfaatnya Playground syar’i ini mengajak anak belajar melalui pengalaman langsung. Anak mendengarkan cerita para nabi, mengikuti permainan bertema sejarah Islam, dan mempraktikkan adab harian dalam aktivitas sederhana. Selain itu, setiap area mengikuti pemisahan sesuai adab Islam sehingga anak belajar bersosialisasi dengan cara yang lebih sehat. Selain manfaat spiritual, konsep ini juga mendukung perkembangan fisik dan emosional. Anak bergerak bebas, berinteraksi dengan teman sebaya, dan belajar mengelola emosi melalui permainan terarah. Oleh karena itu, pengalaman mereka di Silungkang Playground menjadi lebih bermakna. Aktivitas Unggulan di Silungkang Playground Silungkang Playground menyediakan berbagai kegiatan edukatif yang terus berjalan. Setiap aktivitas memberi pengalaman baru bagi anak. Beberapa aktivitas unggulan meliputi: Dengan rangkaian kegiatan ini, anak tidak hanya bermain. Mereka juga belajar menjadi anak Muslim yang mandiri, percaya diri, dan berakhlak baik. Sementara itu, orang tua bisa merasa tenang karena seluruh aktivitas berlangsung dalam lingkungan yang aman. Pandangan Ahli dan Nilai Pendidikan Ahli pendidikan Islam menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa mendidik anak kecil ibarat mengukir di atas batu. Artinya, nilai yang ditanamkan sejak dini akan melekat hingga dewasa. Kemudian, Ibnu Qayyim menambahkan bahwa kemandirian yang dibentuk sejak kecil membantu anak menghadapi berbagai tantangan hidup. Pendapat ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan lingkungan yang tepat. Silungkang Playground menyediakan ruang yang mendukung perkembangan fisik, sosial, dan spiritual. Selain itu, setiap permainan mengarahkan anak pada adab dan etika Islami. Pada akhirnya, lingkungan seperti ini membantu anak tumbuh lebih baik dan siap berinteraksi dengan masyarakat dengan akhlak mulia.

Blog

Cara Sederhana tapi Ampuh Mengajarkan Kemandirian pada Anak

Pernah nggak, melihat anak mencoba naik sepeda sendiri, jatuh, bangkit lagi, lalu akhirnya berhasil? Momen seperti itu bukan hanya soal permainan, tapi sebuah proses penting dalam membangun kemandirian anak. Sejak usia dini, anak perlu dibiasakan melakukan sesuatu sendiri agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan tidak mudah bergantung pada orang lain. Nah, salah satu cara paling efektif untuk melatih hal ini adalah melalui aktivitas fisik dan permainan edukatif. Kenapa Aktivitas Fisik Bisa Membantu Anak Jadi Mandiri? Aktivitas fisik seperti berlari, melompat, berenang, atau bermain bola bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tapi juga sangat baik untuk melatih pola pikir mandiri. Saat anak bergerak, ia belajar mengatur tubuhnya, mengambil keputusan cepat, dan menghadapi tantangan. Misalnya saat anak belajar naik sepeda. Ia akan: Proses inilah yang membangun rasa percaya diri dan menanamkan pemahaman bahwa “Aku bisa menyelesaikan ini sendiri.” Selain itu, aktivitas fisik juga melatih disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola diri—pondasi penting untuk membentuk karakter mandiri. Apa Kata Riset dan Ahli? Beberapa penelitian menguatkan pentingnya aktivitas fisik bagi tumbuh kembang kemandirian anak. Permainan Edukatif: Pendamping Wajib Pembentuk Kemandirian Selain aktivitas fisik, permainan edukatif juga memegang peranan besar. Permainan peran, puzzle, balok, hingga permainan berbasis bahan belajar bisa membantu anak: Kombinasi aktivitas fisik dan permainan edukatif akan membentuk proses belajar yang lengkap—baik body (fisik), mind (kognitif), maupun feeling (emosi). Tips Praktis untuk Orang Tua dan Pendidik Agar kemandirian anak berkembang maksimal, yuk terapkan beberapa langkah sederhana ini: 1. Ajak Anak Bergerak Setiap Hari Pilih aktivitas yang sesuai usia dan kemampuan anak. Bisa bermain di halaman, berenang, atau sekadar lari-larian kecil di taman. 2. Berikan Kebebasan Eksplorasi Biarkan anak mencoba dan bereksperimen. Tahan diri untuk tidak langsung membantu, kecuali memang diperlukan. 3. Kombinasikan dengan Permainan Edukatif Gunakan permainan peran, puzzle, atau games sederhana untuk melatih keputusan dan penyelesaian masalah. 4. Jadilah Pendamping, Bukan Pengatur Tugas orang tua dan pendidik adalah mendampingi, memberi kepercayaan, dan memberikan ruang bagi anak untuk belajar dari prosesnya sendiri.

Blog

Liburan Seru di Kota Padang: Wisata Anak Dekat Stasiun Padang

Kota Padang di Sumatera Barat punya banyak pilihan wisata keluarga. Keluarga sering ingin mengajak anak bermain tanpa harus berkendara jauh. Karena itu, lokasi wisata yang dekat dengan pusat kota atau transportasi umum semakin menjadi pilihan. Terutama bila destinasinya dekat Stasiun Padang sehingga aksesnya mudah dan praktis. Liburan berkualitas bukan hanya tentang bermain. Pengalaman baru dapat meningkatkan kemampuan sosial, motorik, dan kreativitas anak. Mereka juga memiliki kesempatan untuk melihat dunia lebih luas dan berinteraksi dengan lingkungan yang berbeda. 2. Pentingnya Liburan Edukatif untuk Anak Liburan edukatif memberikan dampak positif pada tumbuh kembang anak. Berikut manfaat yang paling terasa. Dengan kata lain, liburan edukatif memberikan manfaat yang menyeluruh. Anak senang, orang tua tenang. 3. Pilihan Wisata Anak Dekat Stasiun Padang Jika mencari tempat bermain anak yang dekat Stasiun Padang, Silungkang Playground menjadi pilihan tepat. Lokasinya berada di Simpang Haru, Sawahan. Jadi keluarga yang datang dari luar kota atau menggunakan kereta tetap mudah menjangkaunya. Kriteria wisata keluarga yang ideal: Silungkang Playground memenuhi semuanya. Selain itu, desain interiornya benar benar memprioritaskan kebutuhan anak dan pendamping. 4. Fasilitas Lengkap untuk Keluarga Setiap fasilitas dipilih agar anak dapat belajar sambil bermain. Untuk anak-anak Untuk orang tua Semua fasilitas saling melengkapi agar keluarga merasa betah lebih lama. 5. Tips Liburan Agar Lebih Bermakna Banyak orang tua ingin liburan yang berkesan. Langkah berikut bisa membantu. Dengan mengikuti tips tersebut, liburan akan terasa lebih bernilai. 6. Kesimpulan Liburan tidak selalu perlu jauh atau mahal. Yang terpenting adalah suasana menyenangkan dan bermanfaat untuk perkembangan anak. Keluarga yang ingin pengalaman praktis dan berkualitas dapat memilih destinasi bermain yang dekat dengan Stasiun Padang. Silungkang Playground menawarkan permainan edukatif, fasilitas lengkap, dan akses mudah. Setiap kunjungan bisa menjadi momen berharga dalam tumbuh kembang anak.

Blog

Belajar Akhlak Melalui Bermain: Menumbuhkan Karakter Anak Sejak Dini

Akhlak merupakan pondasi utama dalam pembentukan karakter anak. Di usia dini, anak-anak terutama belajar melalui aktivitas yang mereka nikmati yaitu bermain. Bermain bukan sekadar hiburan semata, melainkan juga sarana pendidikan akhlak yang penuh makna. Apa Hubungan Bermain dan Akhlak? Bermain mendukung perkembangan anak dalam berbagai domain: emosional, sosial, kognitif, sekaligus moral. Berikut beberapa poin yang menunjukkan hubungan antara bermain dan akhlak: Dalam perspektif Islam, anak dilahirkan dengan fitrah yang suci. Lingkungan yang mendukung dan pendampingan orang tua yang baik akan memperkuat fitrah tersebut menjadi sifat akhlak mulia yang nyata. Nilai Akhlak Saat Bermain Ketika anak bermain di lingkungan yang dirancang dengan baik orang tua atau pendamping hadir agar nilai akhlak dapat disisipkan dengan cara alami. Beberapa contohnya: Peran Orang Tua dalam Pembelajaran Akhlak Orang tua memiliki peran besar dan strategis di sini. Berikut aspek-penting : Pentingnya Lingkungan Bermain yang Benar Bukan semua “playground” atau tempat bermain otomatis mendorong pembelajaran akhlak. Lingkungan bermain yang ideal adalah yang: Di Silungkang Playground, konsep bermain anak adalah belajar akhlak lewat aktivitas seperti : Bagaimana Silungkang Playground Memfasilitasi? Sebagai pengelola playground yang peduli dengan tumbuh-kembang anak secara holistik, Silungkang Playground menerapkan beberapa pendekatan: Bermain bukan hanya investasi kebahagiaan anak hari ini tetapi juga investasi karakter masa depan. Dengan pendampingan yang tepat dan lingkungan yang mendukung, setiap tawa dan langkah kecil di playground bisa menjadi pelajaran akhlak yang anak bawa sepanjang hidup.

Blog

Playground Islami di Padang: Hiburan untuk Keluarga

Playground bukan hanya tempat bermain untuk anak. Banyak keluarga muslim menginginkan tempat bermain yang aman, terjaga adabnya, serta memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak. Orang tua ingin anak senang. Selain itu, mereka ingin karakter anak tetap sesuai nilai Islam. Silungkang Playground hadir untuk menjawab kebutuhan keluarga muslim di pusat Kota Padang. Apa Itu Playground Islami? Playground Islami adalah wahana bermain yang menggabungkan keamanan, edukasi, dan pembiasaan akhlak. Konsep ini mendukung perkembangan fisik, sosial, dan emosional anak. Berikut ciri playground Islami. Dengan fasilitas seperti mushola, ruang laktasi, dan area bermain yang nyaman, orang tua merasa lebih tenang ketika anak bermain. Mengapa Playground Islami Dibutuhkan di Padang? Padang dikenal sebagai kota dengan nilai keislaman yang kuat. Oleh sebab itu, banyak orang tua memilih hiburan yang: ✅ Menjaga adab dan perilaku anak✅ Memberi manfaat edukatif✅ Mudah dijangkau keluarga Selain itu, playground yang memiliki suasana Islami membantu orang tua tetap fokus mendampingi dan mengawasi anak dengan nyaman. Keunggulan Playground Islami untuk Tumbuh Kembang Anak Pembiasaan Adab Sejak Dini Misalnya, anak belajar bergiliran di perosotan, menjaga kebersihan, atau mengucapkan salam. Kebiasaan kecil tersebut menjadi pondasi akhlak mulia. Lingkungan Bermain yang Aman Material permainan dipilih sesuai standar keamanan. Petugas pengawas juga selalu siap membantu. Karena itu, orang tua bisa merasa lebih rileks. Interaksi Sosial yang Sehat Anak bertemu teman baru dan belajar menghargai perbedaan. Selanjutnya, komunikasi dan empatinya berkembang. Aktivitas Fisik dan Kreatif Kolam bola, trampolin, layar interaktif, dan puzzle memberi stimulasi untuk motorik, kecerdasan, dan kreativitas anak. Cocok untuk Acara Keluarga dan Sekolah Playground Islami memberikan pengalaman yang sesuai untuk family bonding, study tour Islami, serta perayaan momen spesial. Silungkang Playground Playground Islami di Pusat Kota Padang Silungkang Playground berlokasi di Simpang Haru, Sawahan, depan Stasiun Padang. Pilihannya tepat untuk keluarga yang menginginkan suasana bermain yang aman, rapi, dan bernilai Islami. Fasilitas yang Tersedia Jam Operasional: Setiap hari 10.00–21.00 WIBTiket: Per anak + pendamping, tersedia pendamping tambahan sesuai kebutuhan Tujuan kami sederhana. Anak bisa bermain dengan ceria. Orang tua merasa tenang karena nilai Islami tetap terjaga. Manfaat untuk Orang Tua dan Anak Selain untuk hiburan, playground Islami memberikan manfaat berikut. Anak senang. Orang tua tenang. Keluarga bahagia. Playground Islami menjadi pilihan tepat bagi keluarga muslim yang menginginkan hiburan aman dan mendidik. Bermain bukan sekadar aktivitas. Bermain adalah sarana penanaman akhlak, keberanian, dan emosi positif. Silungkang Playground siap menjadi tempat terbaik untuk bermain sekaligus belajar bagi anak-anak muslim di Padang. Datang dan rasakan pengalaman bermain yang penuh keberkahan.

membangun jiwa anak
Blog

Membangun Jiwa Anak Lewat Bermain dan Kedekatan dengan Orang Tua

Setiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh cerdas, berprestasi, dan sukses di masa depan. Namun, jangan lupa bahwa kunci keberhasilan anak bukan hanya kecerdasan otak, tetapi juga kesehatan jiwanya. Anak dengan jiwa yang sehat akan lebih percaya diri, tahan banting menghadapi tantangan, dan mampu mengembangkan potensinya secara maksimal. Sebuah penelitian Harvard University (2015) menunjukkan bahwa anak dengan ikatan emosional yang baik dengan orang tua (secure attachment) memiliki daya tahan stres lebih tinggi, prestasi akademik lebih stabil, dan keterampilan sosial lebih matang. Sebaliknya, penelitian dari National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) menegaskan, anak yang tumbuh dengan ikatan emosional lemah berisiko lebih tinggi mengalami kecemasan, depresi, hingga kesulitan menjalin hubungan sosial saat dewasa. Sayangnya, di zaman modern banyak anak yang harus “bersaing” dengan handphone orang tuanya. Tak jarang mereka ingin bercerita, tetapi dijawab, “Sebentar, Mama lagi zoom meeting” atau “Nanti ya, Ayah lagi balas chat kantor.” Padahal, satu pelukan hangat jauh lebih berharga daripada seribu like di media sosial. Jika pola ini terus berlanjut, anak bisa tumbuh merasa tidak diperhatikan, bahkan kehilangan rasa percaya diri sejak dini. Teladan Rasulullah SAW dalam Membangun Jiwa Anak Islam sejak awal menekankan pentingnya kelembutan dalam membangun jiwa anak. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik, bukan hanya dalam mengajarkan ilmu, tetapi juga dalam menumbuhkan rasa aman dan dicintai. Salah satu kisah yang menakjubkan adalah saat Ummu al-Fadl menggendong anaknya. Rasulullah SAW meminta anak tersebut, namun saat berada di pangkuan Nabi, si kecil buang air kecil. Ummu al-Fadl segera merenggut bayinya dengan kasar. Rasulullah pun menegurnya: “Pakaian yang kotor ini bisa dibersihkan dengan air. Tapi bagaimana cara membersihkan jiwa anak ini akibat renggutanmu yang kasar?” Kisah sederhana ini mengajarkan bahwa anak kecil tidak bisa diperlakukan dengan standar orang dewasa. Jiwa mereka perlu dipahami, bukan dimarahi. Dalam banyak riwayat, Rasulullah sering memangku cucunya, mencium mereka, bahkan ikut bermain. Ketika al-Aqra’ bin Habis heran melihat Nabi begitu sering mencium anak kecil, Rasulullah menjawab: “Barang siapa tidak menyayangi, ia tidak akan disayangi.” (HR. Muslim) Bagi Rasulullah, bermain dengan anak bukanlah membuang waktu. Itu adalah cara membangun jiwa mereka agar tumbuh dengan cinta, kelembutan, dan rasa dihargai. Jiwa yang Sehat, Kompetensi yang Melejit Psikologi modern membuktikan apa yang telah Nabi teladankan. Anak dengan jiwa sehat lebih mudah belajar, berani mencoba hal baru, dan tidak takut gagal. Mereka tumbuh percaya diri karena tahu ada rumah yang aman untuk kembali, ada orang tua yang mendukung tanpa syarat. Sebaliknya, anak dengan jiwa rapuh cenderung mudah cemas, takut menghadapi tantangan, atau merasa bahwa kasih sayang orang tua bergantung pada prestasi mereka. Inilah yang membuat sebagian anak terlihat “pintar” di sekolah, tetapi merasa hampa dalam kehidupan sosial dan emosionalnya. Tips Membangun Jiwa Anak Sehat Silungkang Playground: Bermain, Belajar, dan Membangun Jiwa Semua teladan Rasulullah ini mengajarkan bahwa membangun jiwa anak membutuhkan ruang yang sehat. Ruang untuk bermain, bercanda, dan berinteraksi dengan kasih sayang, bukan sekadar ruangan penuh gadget. Itulah yang dihadirkan oleh Silungkang Playground. Bukan hanya tempat bermain anak, tetapi juga media untuk membangun kedekatan orang tua dan anak. Di sini, anak-anak bisa bereksplorasi dalam lingkungan yang aman, melatih kemandirian, dan tumbuh bersama nilai-nilai Islami. Sementara itu, orang tua bisa menggunakan momen ini untuk benar-benar hadir, meletakkan handphone sejenak, lalu menggantinya dengan tawa, pelukan, dan doa. Karena kami percaya, setiap detik bermain bersama anak adalah investasi jiwa yang akan mereka bawa seumur hidup.

mendidik anak dengan iman
Blog

Bermain Bersama Anak, Menanam Kasih dan Iman Sejak Dini

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ    ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗ    وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ “Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.” [QS. Ali ‘Imran(3):14] Allah Memberikan Fitrah Cinta pada Anak Sang Khalik, Allah SWT menjadikan indah pada pandangan kita kecintaan terhadap istri, anak, tanah yang luas, serta kendaraan yang nyaman. Allah tidak melarang kita mencintai semua itu. Mencintai anak-anak dan berharap banyak atas mereka merupakan fitrah, yang bisa menjadi kendaraan untuk mencapai kebaikan. Namun, pernahkah kita bertanya: “Apa tujuan kita sebenarnya memiliki anak?” Menata Niat Memiliki Anak Suatu ketika, Ustadzah Halimah Alaydrus pernah meminta doa kepada gurunya, Hubaba Humaira, agar dikaruniai seorang anak. Namun gurunya menjawab: “Wahai Halimah, untuk apa engkau menginginkan seorang anak? Dunia saja sudah cukup sibuk memalingkanmu dari Allah, apakah engkau ingin lebih sibuk lagi? Punya anak itu sibuk, Nak. Bisa membuatmu tersibukkan dengan urusan dunia.” Hubaba lalu bercerita bahwa sejak kecil ia berdoa agar hidupnya tidak tersibukkan oleh selain Allah. Bahkan ia berdoa, “Ya Allah, jika menikah membuatku lalai kepada-Mu, jangan nikahkan aku.” Namun Allah menakdirkan beliau menikah, karena ternyata dengan menikah, ibadahnya justru semakin kuat. Sejak itu doanya berubah: “Ya Allah, jika keberadaan anak membuat kami sibuk hingga Engkau bukan lagi prioritas, maka jangan karuniakan kami anak.” Dan hingga kini, beliau tetap istiqamah dengan takdir itu. Anak Adalah Amanah Besar Kisah tersebut membuat kita berpikir. Benar, memiliki anak berarti kita harus mencurahkan waktu untuk mengurus, memperhatikan, dan mendidiknya. Ritme hidup bisa berubah total. Pertanyaannya: apakah dengan adanya anak kita masih bisa beribadah maksimal? Bagaimana cara mendidik anak agar bernilai ibadah? Sering kali kita mendidik anak seperti orang tua mendidik kita dulu—menginginkan anak pintar akademis sekaligus agamis. Kita bangga bila anak cepat membaca atau hafal surah-surah pendek. Namun, jangan sampai anak lupa esensi: belajar untuk mengenal Tuhannya. Kalau membaca hanya menjadi kewajiban yang berat, dan shalat hanya untuk cepat selesai, berarti ada yang keliru dalam tujuan mendidik. Jangan Hanya Mengejar Dunia Banyak orang tua ingin anak-anak memiliki keterampilan, gelar, dan pekerjaan mapan. Itu baik. Tapi jika hanya berhenti di duniawi, anak bisa kehilangan arah hidup. Sibuk bekerja, lelah, namun lupa bergantung pada Allah SWT. Apakah seluruh pendidikan dari TK hingga sarjana hanya untuk mencari uang? Bahkan, tak ada jaminan anak bisa merawat kita di masa tua. Bisa saja mereka dipanggil Allah di usia muda. Maka, mendidik anak sejatinya adalah tanggung jawab kepada Allah Ta’ala. Tujuannya agar mereka menolong agama Allah dengan kemampuan yang mereka miliki. Mendidik Anak dengan Iman Kita siapkan masa kecil anak agar mencintai agama Allah. Ajarkan membaca bukan untuk kebanggaan orang tua, melainkan agar ia mengenal Tuhannya. Kita ajarkan Al-Qur’an agar ia menjadikannya pegangan hidup, bukan hanya demi seremonial wisuda. Setiap orang tua usahakan pendidikan terbaik, bukan sekadar untuk dunia, tapi juga untuk akhirat. Kita tuntun mereka dengan doa agar hati mereka selalu terpaut pada Allah. Kasih Sayang Adalah Pendidikan Terbaik Rasulullah SAW pernah menegur sahabat yang enggan mencium anaknya. Beliau bersabda: “Barang siapa tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.” (HR. Muslim) Artinya, pelukan, kecupan, atau bermain bersama anak bukan hal sepele. Itu bagian dari sunnah, yang bisa menjadi ladang pahala jika diniatkan karena Allah. Bermain Bersama Anak: Menanam Kasih dan Iman Jika tujuan mendidik anak adalah meninggikan agama Allah, maka setiap interaksi—bahkan permainan dan tawa bersama—bisa bernilai ibadah. Orang tua bukan sekadar mengawasi, tetapi menjadi teladan. Inilah mengapa Silungkang Playground hadir. Bukan hanya sebagai tempat anak bermain, tapi juga sebagai sarana orang tua menciptakan momen berkualitas selaras dengan tujuan mendidik anak secara islami. Di sini, anak-anak bisa bermain sambil belajar, berinteraksi dengan lingkungan aman, dan melatih kemandirian. Orang tua pun bisa menyertai dengan doa, pelukan, dan percakapan ringan yang menanamkan nilai kebaikan.

Scroll to Top